Likuiditas, Quick Ratio, Mudah Menghitung dan Memahami Hasilnya

Salam damai untuk sahabat sekalian. Kali ini penulis membagikan tulisan tentang rasio keuangan, Quick Ratio. Penulis pernah menjelaskan pada postingan terdahulu mengenai likuiditas dan contoh kasus. Pada bagian terdahulu penulis baru membahas rasio likuidtas yaitu current ratio. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari penjelasan rasio likuiditas dengan rasio lainya yaitu quick ratio.

Rasio Likuiditas

Likuiditas merupakan suatu kondisi dimana perusahaan mampu memenuhi hutang jangka pendeknya. Sejalan dengan itu menurut Kuswadi (2006:6) bahwa rasio likuiditas (Liquidity Ratio) bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban jangka pendeknya (likuiditasnya). Contoh rasio likuiditas adalah:

  • Rasio lancar (Current Ratio)
  • Rasio Cair (Quick Ratio/Acid test ratio)
  • Rasio Kas/Rasio Tunai (Cash Ratio)

Salah satu rasio yang digunakan dalam mengetahui likuiditas perusahaan adalah dengan membandingkan antara harta lancar setelah di kurangi persediaan dengan hutang lancar. Jadi berbeda dengan current ratio. Dimana current ratio masih mengandalkan persediaan dalam memenuhi hutang jangka pendek yang jatuh tempo.

Quick Ratio

Quick ratio merupakan salah sartu indikator untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek. Dalam hal ini hanya menggunakan aset perusahaan yang lebih liquid untuk memenuhi kewajibannya. Jadi aset yang dimasukan adalah aset yang dinilai lebih mendekati uang tunai yang bisa dipakai membayar hutang. 

Quick rasio di sebuat juga sebagai acid test rasio atau rasio cepat karena walaupun hampir sama dengan current ratio namun pada quick ratio salah satu komponen dari aktiva lancar dikeluarkan yaitu persediaan (inventaory). Mengapa persediaan di keluarkan karena menurut Lukman Syamsuddin (1994:45) bahwa persediaan merupakan komponen aktiva lancar yang paling tidak likuid atau sulit untuk di uangkan dengan segera tanpa menurunkan nilainya. Pada dasarnya quick ratio adalah membandingkan aktiva yang lebih lancar (quick assets) dengan utang lancar.

Sejalan dengan konsep di atas, menurut Sinha (2012) yang dikutib oleh  Omar Durrah at.al (2016:3) bahwa quick ratio hanya mencakup aset lancar yang paling likuid terhadap kewajiban lancar. Kenaikan nilai rasio ini menunjukkan tingginya likuiditas perusahaan. Rasio ini tidak termasuk biaya prabayar dan persediaan dari aset lancar yang sulit di konfersi menjadi uang tunai.

Bagi sahabat sekalian yang ingin mengetahui bagaimana kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara cepat tidak perlu repot. Hitung saja berapa hasilnya jika harta lancar di kurangi persediaan lalu di bagi dengan hutang lancar. Baru kemudian hasil tersebut di terjemahkan menurut kebutuhan informasi yang sahabat perlukan. 

Perbandingan quick ratio dalam beberapa tahun sekaligus sangat penting. Tujuannya adalah melihat seberapa besar kemampuan menjamin hutang jangka pendek dalam beberapa tahun itu. Dengan demikian perusahaan akan tahu apakah aset lancar tanpa persediaan dalam kondisi aman untuk menjamin kewajiban jangka pendek. Tentu informasi ini penting dalam pengambilan keputusan. Olehnya itu mari kita telusuri melalui contoh kasus.

Contoh Kasus  

Penulis ambil contoh salah satu perusahaan yang tercatat di IDX yaitu PT. Central Proteina Prima Tbk. Perusahaan memang sudah cukup lama di Indonesia terhitung sudah ada sejak tahun 1980. Perusahaan memiliki visi menjadi perusahaan akuakultur terbesar di dunia. 

Tahun 2014 berdasarkan persetujuan mayoritas pemegang saham mengubah nama perusahaan dari PT. Proteinaprima Tbk menjadi perusahaan bernama PT. Proteina Prima Tbk. Kegiatan utama perusahaan adalah melakukan produksi serta perdagangan pakan ikan, pakan udang dan pakan ternak lainnya. Perusahaan juga melakukan penyertaan saham pada perusahaan lain. Untuk informasi lebih jelasnya sahabat bisa baca pada link yang penulis sertakan pada tulisan ini.

Data yang akan di analisis dalam kasus ini adalah bersumber dari neraca PT. Proteina Prima Tbk tahun 2016-2018. Jika penelusuran menjadi luas maka dapat juga menggunakan laporan rugi laba dan lainnya.

Ditahun 2017 aktiva lancar mengalami kenaikan cukup signifikan di bandingkan tahun sebelumnya. Aktiva lancar naik sebesar 18,14%. Periode berikutnya tidak demikian. Aktiva lancar tahun 2018 turun sebesar 15,28%. Demikian juga persediaan mengalami penurunan di tahun 2017 sebesar 14,46% dan meningkat sebesar 7,84% di tahun 2018. Adapun hutang lancar mengalami kenaikan yang cukup signifikan di tahun 2017 sebesar 164,77% dan turun sebesar 61,32% di tahun 2018.

Menghitung Quick Ratio menggunakan rumus (Lukman Syamsuddin, 1994:45):

Hasil perhitungan rumus quick ratio di peroleh nilai rasio sebagai berikut:

Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa quick ratio PT. Proteina Prima Tbk tahun 2016-2018 cukup fluktuatif. Tahun 2017 lebih rendah di bandingkan tahun 2016 yaitu sebesar 18,58% dan tahun 2018 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 35%.

Apa yang menyebabkan rasio menurun di tahun 2017. Kalau sahabat melihat laporan keuangan PT. Proteina Prima Tbk tahun 2016-2018 akan terlihat aktiva lancar perusahaan di tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 18,14%. Kemudian disusul oleh penurunan persediaan sebesar 14,46%. 

Sebetulnya jika dilihat adanya peningkatan aktiva lancar dan penurunan persediaan, mestinya ada peningkatan nilai rasio. Namun karena di tahun yang sama (2017) terjadi peningkatan hutang lancar yang cukup signifikan mencapai 167,77% maka hal ini menekan angka rasio menjadi lebih rendah.

Kalau sahabat telusuri pada laporan keuangan neraca tahun 2017 di atas secara umum mengalami peningkatan. Hanya beberapa saja yang turun seperti persediaan, uang muka, pajak dibayar dimuka dan biaya dibayar dimuka. Peningkatan sejumlah unsur aktiva lancar tersebut mendorong total aktiva lancar mengalami peningkatan.

Peningkatan hutang lancar di tahun 2017 karena beberapa unsurnya meningkat seperti utang usaha pihak ketiga, utang lain-lain pihak berelasi, beban akrual yang naik cukup signifikan, utang bank dan uang obligasi, semua hal itu mendorong meningkatnya hutang lancar.

Ditahun 2018 tidak jauh berbeda. Penurunan sejumlah unsur aktiva lancar menyebabkan total aktiva lancar tahun 2018 mengalami penurunan. Hal ini juga diikuti oleh penurunan hutang lancar. Nah sahabat sekalian. Walaupun ada peningkatan aktiva lancar dan penurunan persediaan namun nilai rasio tetap tertekan karena persentase peningkatan aktiva lancar dan penurunan persediaan masih lebih rendah dibandingkan peningkatan hutang lancar.

Walaupun demikian kondisi PT. Proteina Prima Tbk masih dapat dikatakan baik sebab setiap rupiah hutang jangka pendek masih dapat di jamin oleh asset melebihi hutang lancar. Contohnya pada tahun 2017, setiap rupiah hutang lancar dijamin oleh 0,1858 rupiah aktiva lancar. Artinya aset lancar perusahaan masih di atas hutang lancar. Demikian pula tahun 2018.

Referensi dan Sumber Lainnya

  • https://www.harmony.co.id/blog/seperti-apa-quick-ratio-yang-bagus-dalam-keuangan-perusahaan
  • https://www.cpp.co.id/id/about-us/history
  • https://analis.co.id/quick-ratio.html
  • http://www.sahamgain.com/2017/05/analisis-fundamental-analisis-rasio_14.html
  • https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-rasio-cepat-quick-ratio-rumus-rasio-cepat/

Tulisan di atas sekedar berbagi dan memberikan pencerahan bagi sahabat sekalian yang membutuhkan  analisis rasio khususnya quick ratio. Silahkan sahabat bisa menelusuri refrensi lainnya melalui link yang sudah penulis cantumkan di atas. 

Terima kasih telah berkunjung di laman ini, semoga sahabat mendapat informasi bermanfaat. Silahkan membaca konten lainnya dan dapatkan konten terbaru gratis dengan mengirimkan email dan subscribe di bawah tulisan ini. Semoga sahabat senantiasa dalam kondisi sehat selalu, berkah ilmunya dan lancar rezkinya.

Berlangganan via Email