Praktis | Bisnis Jenuh dan Sulit Berkembang, Lakukan Teknik SWOT, Dapatkan Strategi Terbaik

Usaha Jenuh

Pada dasarnya bisnis di jalankan dengan tujuan mencapai keuntungan atau memiliki profitabilitas yang tinggi. Bisnis diupayakan memberi kesejahteraan kepada pemiliknya. Pengorbanan oleh perusahaan harus kembali dalam bentuk keuntungan. Untuk itu perusahaan harus dapat mempertahankan serta mengembangkan usaha melalui strategi terbaik.

Teknik SWOT

Business becomes saturated atau bisnis yang sampai tahap jenuh sifatnya ada yang alamiah dan ada pula karena human error. Faktor-faktor alamiah memang sulit dikrndalikan. Tetapi kita bisa melakukan upaya strategis mempersiapkan usaha dengan berbagai cara. Umumnya kejenuhan bisnis biasanya karena beberapa hal:

Faktor Usia Pemiliknya

Pada tahap tertentu, dimana pengelolaan usaha kadang kala terbentur usia pemiliknya. Usia pemilik dapat saja membuat usaha makin lama makin sulit berkembang. Secara psikologis dimana muncul keterbatasan mengembangkan usaha karen pengaruh usia pemiliknya. Apalagi jika hanya dikelola oleh satu orang yaitu pemiliknya ditambah minimnya regenerasi, maka masa depan usaha relatif akan jenuh dan mati dengan sendirinya. Bahkan pemberian kredit perbankan seringkali di kaitkan dengan produktifitas dari pengusul kredit tersebut.

Kurangnya Inovasi Produk

Bagi usaha yang mengandalkan teknologi, maka cepat sekali terpengaruh oleh perubahan di pasar. Konsumen makin cerdas dan selektif. Di era digitalisasi semua orang mencoba memasarkan dengan penggunaan teknologi maju. Bahkan sampai produk-produk tradisional mengadopsi sebagian dari teknologi produk. Produk yang kurang inovasi akan ditinggalkan konsumen kecuali ada variabel lain seperti harga murah dan ikatan langganan tetap.

Banyak Muncul Pesaing Baru

Pesaing baru akan bermunculan karena daya tarik suatu pasar. Itu juga disebabkan karena ekspansi perusahaan merambah pasar yang lebih luas. Ketika pesaing datang, biasanya konsumen lebih memilih produk baru. Budaya konsumen di Indonesia suka akan yang baru, jadi wajarlah jika sebagian konsumen berpindah. Di satu sisi perusahaan belum siap menghadapinya dan memilih hidup apa adanya. Karena apa adanya itulah usaha relatif menjadi stagnan dan akhirnya mencapai kejenuhan.

Permainan Harga yang Kurang Terkendali

Perubahan harga yang begitu cepat akan membuat konsumen memiliki alternatif untuk memilih usaha yang menguntungkan bagi mereka. Harga yang biasanya dipermainkan di pasaran membuat sebagian usaha yang mempertahankan harganya menjadi kehilangan peluang pasar. Apalagi untuk usaha-usaha dengan tingkat akselerasi yang cepat dan keuntungan yang tipis biasanya paling rentan terhadap kondisi tersebut. Termasuk dalam hal ini inflasi tinggi baik secara global, regional maupun nasional dapat. Walaupun mungkin tidak secara langsung berpengaruh tetapi dapat menurunkan daya beli masyarakat. Kondisi ini apabila berkelanjutan bisa mengakibatkan tingkat kejenuhan datang lebih cepat.

Sumber Daya Manusia Yang Rendah

Sumber daya manusia yang rendah terutama pada tenaga-tenaga penjual dapat membuat perusahaan menjadi stagnan. Artinya belum ada tindakan yang lebih kreatif dan inovatif untuk menciptakan transaksi. Apa yang dilakukan semata-mata mengikuti instruksi pimpinan. Pada hal seni menjual sangat penting selain teori dan instruksi pimpinan. Karena tidak ada kebaruan atau penyegaran usaha membuat usaha menjadi lemah dan akhirnya jenuh.

Lebih Banyak Penjual Dari Pada Pembeli

Lebih banyak pembeli dibandingkan penjual, kata-kata ini sering penulis dengar ketika berbisnis beberapa tahun lalu. Pada hal sebenarnya tidak begitu-begitu amat!. Pembeli ya, lebih banyak dari penjual cuma proporsi pembagiannya menjadi kurang seimbang. Cuma gambarannya kira-kira begitulah. Artinya kita kesulitan untuk menjual karena kebanyakan pesaing menjual barang sejenis dengan apa yang kita jual. Akhirnya usaha menjadi stagnan dan lama kelamaan menjadi jenuh.

Perubahan Regulasi

Perubahan regulasi seperti peraturan yang mengatur besaran pajak atau membatasi pengelolaan suatu komoditas tertentu dapat saja membuat bisnis menjadi kesulitan. Pada komoditas tertentu dimana pengelolaanya sarat dengan aturan dan membatasi porsi pengelolaanya, saya kira juga dapat membuat usaha makin kesulitan. bayangkan saja sebelumnya mampu memproduksi sampai ribuan unit tetapi karena pembatasan tersebut hanya bisa memproduksi puluhan unit produk. Usaha mana yang mampu bertahan dalam kondisi demikian.

Pentingnya Memiliki Strategi Bersaing

Strategi salah satu sumber daya yang digunakan perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing. Setiap perusahaan pasti memiliki strategi cuma saja ada yang memahami bahwa itu strategi dan ada pula yang mengabaikannya.

Bagi perusahaan yang kurang memperhatikan pentingnya strategi biasanya usaha tersebut mengalir saja begitu tanpa ada sentuhan berbeda dari perusahaan lainnya. Jadi perlu penulis kemukakan di sini manfaat yang bakal di terima perusahaan jika menerapkan strategi yang tepat dalam suasana perubahan yang terjadi.

Membantu Memperjelas Visi Perusahaan

melalui strategi yang tepat perusahaan akan tahu mau di bawa kemana perusahaan ini. Perusahaan mampu memandang jauh kedepan untuk memposisikan usaha agar menag dalam persaingan. Mampu membuat perusahaan bertahan karena arah perusahaan sudah jelasdan tujuan yang diraih juga tergambar jelas.

Perusahaan Dapat Mengikuti Ritme Perubahan

Laksana agar-agar, kemana kondisi itu berubah perusahaan juga mampu menyesuaikan diri. Strategi yang dibuat untuk membiasakan perusahaan pada berbagai kondisi akan mampu memperkuat guncangan perubahan terhadap perusahaan. Posisi perusahaan kokoh tetapi mampu mengikuti perkembangan yang ada.

Pengelolaan Sumber Daya Lebih Mudah, Tepat Sasaran dan Efisien

Berbagai sumber daya yang ada dapat dikelola sesuai kebutuhan. Alokasi pembiayaan misalnya tidak jatuh pada objek pembiayaan yang salah. Volume pembiayaan menjadi efisien. Waktu pelaksanaan juga menjadi lebih efisien.

Menjadikan Sumber Daya Lebih Unggul Dari Pesaing

Dibandingkan dengan pesaing yang lain, maka dengan adanya strategi yang tepat akan menjadikan sumber daya kita menjadi unggul. Tentunya pesaing juga berusaha merebut pasar dengan gencarnya. Namun sumber daya yang dibangun oleh perusahaan secara strtegis akan membawa perusahaan mampu meminimalkan resiko yang ada.

Tenaga Kerja Lebih Bertanggung Jawab Atas Kehidupan Perusahaan

Keterlibatan tenaga kerja dalam strategi yang dibuat menjadikan mereka lebih memahami arah perusahaan sehingga tahu apa yang harus diperbuat untuk menyelamatkan atau mengembangkan perusahaan. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa peran mereka sangat berarti bagi kelangsungan setiap fungsi di dalam manajemen perusahaan.

Pentingnya Analisis SWOT

Analisis SWOT pada dasarnya digunakan untuk menentukan strategi apa yang paling baik bagi usaha agar mampu bersaing. Analisis sering di katakan sebagai analisis evaluasi diri. Hal ini karena analisis SWOT mencoba mengungkap sumber daya yang terkait secara internal maupun eksternal.

SWOT bukan hanya digunakan untuk usaha-usaha yang sudah berjalan. Dalam artian ingin mengetahui kondisi internal dan eksternal yang selama ini berjalan, namun juga digunakan sebagai penunjang dalam memenuhi kelayakan investasi baru.


Analisis SWOT menyandarkan analisisnya menggunakan logika yang mencoba memaksimalkan kekuatan usaha (strenght) dan peluang (opportunities) kemudian pada kesempatan yang sama juga berusaha meminimalkan kelemahan usaha (weaknesses) dan ancaman terhadap usaha (Threats). Pengungkapan ini disesuaikan dengan visi dan misi usaha sehingga berjalan pada strtaegi yang benar.
Menentukan dimana posisi 
perusahaan saat ini maka 
perlu dilakukan SWOT.
Analisis SWOT itu sederhananya adalah analisis untuk melakukan identifikasi sejumlah faktor secara sistimatis dalam upaya merumuskan strategi perusahaan. Analisis SWOT sebenarnya merupakan akronim atau singkatan dari beberapa sumber daya atau variabel yang akan diungkap dalam perusahaan yaitu Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats.

SWOT merupakan analisis untuk mengekplorasi berbagai sumber daya organisasi melalui penilaian terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam sebuah daftar yang diorganisasikan sehingga tersaji dalam instrumen yang dapat dipahami dan diterapkan.

Olehnya itu  SWOT merupakan suatu analisis untuk positioning perusahaan sehingga bisa menentukan arah perusahaan tersebut. Berikut ini di uraikan masing-masing faktor dalam analisis SWOT

Strengths (Kekuatan)

Salah satu bagian penting dalam analisis SWOT yang harus ditentukan adalah strengths. Strengths ini tidak lain merupakan kekuatan yang dimiliki perusahaan terkait sumber daya yang dimilikinya. Dalam strengths akan diungkapkan mengenai kemampuan atau keunggulan perusahaan dan permintaan pasar yang perlu di penuhi oleh perusahaan. Kekuatan atau strengths berasal dari internal perusahaan yang bisa di kendalikan oleh perusahaan. Beberapa contoh kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu:
  • Memiliki keunikan produk
  • Memiliki sumber daya manusia yang baik
  • Memiliki kecukupan modal sendiri
  • Kualitas produk terjamin
  • Harga produk bersaing
  • Sistim pengendalian persediaan cukup baik
  • Biaya produksi lebih murah
  • Jalur distribusi baik
  • Sistim informasi manajemen baik

Weaknesses (Kelemahan)

Kelemahan ini menunjukkan kekuarangan perusahaan yang harus diperbaiki. Kelemahan dapat mendatangkan celah ketidakmampuan perusahaan untuk bersaing. Faktor kelemahan seringkali menjadi incaran pesaing. Olehnya itu perusahaan menyembunyikan kelemahan ini dari pesaing maupun konsumen. Sama dengan strengths, dimana kelemahan berasal dari internal perusahaan yang bisa di kontrol oleh perusahaan. Beberapa contoh kelemahan perusahaan yaitu:
  • Perusahaan pendatang baru
  • Memerlukan tambahan modal kredit
  • Tuntutan kesejahteraan dari serikat pekerja
  • Perusahaan belum berpengalaman
  • Budaya kerja masih rendah

Opportunities (Peluang)

Peluang atau opportunities merupakan faktor eksternal. Faktor ini datangnya dari luar perusahaan yang perlu di manfaatkan. Banyak macam peluang perusahaan. Peluang ini sebenarnya merugikan perusahaan jika tidak cepat di tangkap dan digunakan untuk kepentingan perusahaan. Jika peluang itu di manfaatkan oleh pesaing maka menjadi ancaman sebenarnya bagi perusahaan. Contoh peluang yaitu:
  • Produk kurang tersedia di pasaran
  • Penjual kurang sedangkan pembeli banyak
  • Jarak kekonsumen lebih dekat
  • Daya beli konsumen yang kuat
  • Konsumen mengenal teknologi informasi
  • Konsumen mengenal mode
  • Dukungan media sosial yang kuat
  • Tidak ada pesaing yang terlalu dominan
  • Adanya pemasok yang tetap

Threats (Ancaman)

Ancaman atau threats merupakan berbagai hal yang bisa menganggu dan menghambat pertumbuhan perusahaan. Ancaman termasuk faktor eksternal yang perlu di waspadai dan di antisipasi oleh perusahaan. Ancaman ini bisa saja membuat perusahaan sulit berkembang dan bisa mematikan perusahaan. beberapa contoh ancaman bagi perusahaan yaitu:
  • Inflasi berjalan cukup tinggi
  • Ekonomi secara umum kurang bergairah
  • Konsumen makin sensitif atas harga di pasaran
  • Strategi bisnis makin mudah di tiru
  • Isu terhadap bahaya produk
  • Regulasi kurang mendukung

Cara Praktis Teknik SWOT

Muayanah Magfira seorang pimpinan di PT. Aqma Jaya sedang memikirkan bagaimana perusahaannya bisa produktif dan bersaing di pasaran. Perusahaan ini mulai jenuh. Dalam artian konsumen kurang berminat membeli produk hasil diproduksi perusahaan.
Dalam upaya mengambil keputusan, pimpinan berfikir perlu dilakukan evaluasi diri atau analisis SWOT. Pimpinan ingin menentukan dimana posisi perusahaan dan strategi apa yang cocok digunakan.

Dalam teknik SWOT ini pimpinan berusaha mengevaluasi faktor-faktor strategis seperti kekuatan (strenght), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (Threats). Kekuatan dan kelemahan adalah faktor internal sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal. Pertanyaanya adalah:
  1. Bagaimana kekuatan perusahaan?
  2. Bagaimana kelemahan perusahaan?
  3. Bagaimana peluang perusahaan?
  4. Bagaimana ancaman perusahaan?
  5. Strategi apa yang sebaiknya di gunakan perusahaan?
Kelima pertanyaan itu berusaha dijawab oleh pimpinan melalui teknik analisis SWOT. Untuk itu pimpinan memerlukan suatu diagram SWOT sebagai berikut:


Penulis ingin menjelaskan sedikit mengenai makna dari 4 kuadran pada analisis SWOT.
  • Pada kuadran 1 perusahaan memiliki keuntungan dari pada kuadran ini perusahaan mempunyai kekuatan dan peluang. Perusahaan dapat memanfaatkannya. Strategi yang harus di terapkan perusahaan dalam kondisi tersebut dalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented Strategy)
  • Pada kuadran 2 perusahaan memiliki kekuatan secara internal meskipun ada ancaman bagi perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan menerapkan strategi diversifikasi (produk atau pasar)
  • Pada kuadran 3 peluang pasar yang dihadapi perusahaan sangat besar. Namun disisi lain perusahaan menghadapi berbagai hambatan/kelemahan secara internal. Dalam situasi ini perusahaan harus menerapkan strategi Turn-around meminimalkan masalah internal sehingga dapat merebut peluang pasar yang besar.  
  • Pada kuadran 4 merupakan situasi yang tidak menguntungkan perusahaan. Perusahaan memiliki kelemahan dan juga ancaman. Strategi yang di dukung di kuadran ini adalah defensif atau bertahan.

Menentukan Indikator

Indikator dari faktor internal dan eksternal secara keseluruhan di tentukan oleh perusahaan. Namun pengelompokannya kedalam masing-masing faktor ditentukan dengan meminta pendapat beberapa pihak.

Dalam hal ini diminta pendapat selain Top Manajemen (TOPMJM) juga pada Manajer Pemasaran (MPE), Manajer Produksi (MPRO), Manajer Keuangan (MKEU), Manajer Personalia (MPER) dan seorang Konsultan Ahli (KSA). Menurut perusahaan bahwa pihak-pihak tersebut dianggap paling memahami dan berkompoten menentukan indikator dari faktor strategis.

Pihak konsumen tidak dimasukan karena menurut perusahaan dapat diwakili oleh Manajer Pemasaran (MPE). Namun Sahabat juga bisa memasukan konsumen sesuai dengan apa yang menjadi GOAL atau tujuan dilakukannya analisis SWOT. Kemudian hasil penetapan indikator dari faktor internal dan eksternal oleh 6 pihak tersebut yaitu:

Indikator Faktor Internal

  1. Memiliki keunikan produk   
  2. Memiliki sumber daya manusia yang baik       
  3. Kualitas produk terjamin       
  4. Harga produk bersaing       
  5. Sistim pengendalian persediaan cukup baik       
  6. Biaya produksi lebih murah       
  7. Jalur distribusi baik       
  8. Sistim informasi manajemen baik       
  9. Perusahaan pendatang baru       
  10. Memerlukan tambahan modal kredit       
  11. Tuntutan kompensasi yang besar       
  12. Bahan baku masih impor       
  13. Budaya kerja masih rendah       
  14. Membutuhkan ide kreatif   

Indikator Faktor Eksternal

  1. Permintaan secara umum besar           
  2. Jarak kekonsumen lebih dekat           
  3. Konsumen mengenal teknologi informasi           
  4. Konsumen mengenal mode           
  5. Dukungan media sosial yang kuat           
  6. Tidak ada pesaing yang terlalu dominan           
  7. Adanya pemasok yang tetap           
  8. Pemasar online makin banyak           
  9. Inflasi berjalan cukup tinggi           
  10. Ekonomi secara umum kurang bergairah           
  11. Konsumen makin sensitif atas harga di pasaran           
  12. Strategi bisnis makin mudah di tiru           
  13. Mode yang cepat berganti           
Hasil indentifikasi indikator kemudian di masukan dalam kelompok indikator faktor internal dan eksternal berdasarkan pendapat 6 orang pihak yang sudah ditetapkan perusahaan. 

Metode pengelompokkan indikator didasarkan pendapat terbanyak. Misalnya jika dari 6 orang tersebut kemudian 4 diantaranya memilih "keunikan produk" sebagai indikator kekuatan, maka indikator tersebut dimasukan dalam kelompok indikator kekuatan. Begitupun seterusnya.

Akhirnya berdasarkan penilaian di peroleh pengelompokkan indikator faktor internal dan eksternal sebagai berikut:

Indikator Kekuatan

  1. Memiliki keunikan produk   
  2. Memiliki sumber daya manusia yang baik       
  3. Kualitas produk terjamin       
  4. Harga produk bersaing       
  5. Sistim pengendalian persediaan cukup baik       
  6. Biaya produksi lebih murah       
  7. Jalur distribusi baik       
  8. Sistim informasi manajemen baik
Indikator Kelemahan
  1. Perusahaan pendatang baru      
  2. Memerlukan tambahan modal      
  3. Tuntutan kompensasi yang besar      
  4. Bahan baku masih impor      
  5. Budaya kerja masih rendah      
  6. Membutuhkan ide kreatif   

Indikator Peluang

  1. Permintaan secara umum besar           
  2. Jarak kekonsumen lebih dekat           
  3. Konsumen mengenal teknologi informasi           
  4. Konsumen mengenal mode           
  5. Dukungan media sosial yang kuat           
  6. Tidak ada pesaing yang terlalu dominan           
  7. Adanya pemasok yang tetap

Indikator Ancaman

  1. Pemasar online makin banyak          
  2. Ekonomi secara umum kurang bergairah          
  3. Konsumen makin sensitif atas harga di pasaran          
  4. Strategi bisnis makin mudah di tiru          
  5. Mode yang cepat berganti 

Menghitung Bobot dan Rating Secara Praktis

Bobot dan rating diperoleh melalui hasil investigasi k-6 orang pihak. Caranya  dengan memberikan kuesioner kepada mereka. Mereka diminta untuk memasukan item indikator mulai yang memiliki kepentingan tertinggi sampai yang terendah.

Contohnya pada indikator ancaman, jika dianggap yang paling penting pertama adalah "strategi bisnis makin mudah ditiru" maka berikan bobot 6, kemudian; jika dianggap yang paling penting kedua adalah "Ekonomi secara umum kurang bergairah" maka berikan bobot 5, jika dianggap yang paling penting ketiga adalah "Pemasar online makin banyak" maka berikan bobot 3, begitu seterusnya sampai tingkat kepentingan terendah yaitu bobot 1. Proses perhitungan bobot terlihat pada tabel berikut ini:

Pemberian bobot untuk indikator pada 3 faktor strategis lainnya yaitu kekuatan, kelemahan dan peluang adalah sama dengan cara yang dilakukan pada faktor ancaman sebagaimana dicontohkan di atas. Sahabat dapat menghitungnya sendiri dengan sangat mudah.


Setelah dilakukan perhitungan bobot, berikutnya kita hitung rating masing-masing indikator melalui penilaian 6 pihak. Dasar penentuan rating ini adalah membandingkan PT. Aqma Jaya dengan pesaing yang memiliki karakteristik yang sama dengan perusahaan ini.

Pemberian rating menggunakan skala 4 yaitu 4 yang tertinggi dan 1 yang terendah. Ratingnya bergerak seperti ini (4=Sangat Tinggi, 3=Tinggi, 2=Sedang dan 1=Rendah). Misalnya kita contohkan pada faktor ancaman dengan indikator "pemasar online makin banyak" jika responden menganggap indikator tersebut memiliki tingkat ancaman sangat tinggi maka diberikan rating 4. Kemudian jika dianggap "mode yang cepat berganti" memiliki ancaman "tinggi" maka diberikan rating 2, begitu seterusnya. Proses pemberin rating di tampilkan sebagai berikut:





Agar pemberian bobot dan rating ini menjadi lebih jelas, berikut ditampilkan tabel ringkasan analisis faktor strategis internal dan eksternal atau dikenal dengan tabel IFAS dan EFAS.


Setelah diperoleh tabel IFAS dan EFAS, baru kemudian kita menentukan koordinat masing-masing faktor strategis. Ini berguna untuk menentukan titik atau koordinat pada sumbu X dan Y. Untuk menentukan nilai koordinat faktor internal adalah S-W atau kekuatan di kurangi kelemahan hasilnya sebesar 0,35 sedangkan faktor eksternal O-T atau opportunity di kurangi ancaman hasilnya sebesar 0,56.

Secara praktis kita sudah bisa memposisikan perusahaan berada pada kuadran yang mana. Kalau  sudah mendapatkan nilai S-W pada sumbu X dan nilai O-T pada sumbu Y seperti di atas maka bisa digambarkan diagram SWOT sebagai berikut:


Berdasarkan diagram di atas menunjukkan perusahaan mendukung strategi agresif. Dimana dengan kekuatan yang dimiliki perusahaan dapat memanfaatkan peluang di pasar. Perusahaan harus mampu memanfaatkan peluang yang ada mempunyai kekuatan dan peluang. Perusahaan dapat memanfaatkannya. Strategi yang harus di terapkan perusahaan dalam kondisi tersebut dalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Posisi ini sebenarnya menguntungkan sekali bagi perusahaan. Manajemen perlu menerapkan kebijakan pertumbuhan yang agresif bagi perusahaan. memaksimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mengubah peluang menjadi kesempatan meraih keuntungan.

Kejenuhan bisnis yang dialami perusahaan hanya karena perusahaan belum mendayagunakan seluruh sumber daya keuangan, kreatifitas, komitmen dan lain sebagaimnya yang dimiliki oleh perusahaan. Jadi kesimpulannya perusahaan harus bergerak lebih berani untuk meningkatkan pertumbuhannya melalui pengelolaan yang efektif dan efisien terhadap kekuatan yang dimilikinya.

Referensi dan Sumber Lainnya

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT
  • https://www.youtube.com/watch?v=R4iQ5ni5FZ4&t=1356s
  • https://www.youtube.com/watch?v=OErZjn2g3Qw&t=17s 
  • http://blog.docoblast.com/2016/09/28/diagram-analisis-swot/
  • https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-analisis-swot/
  • https://www.jurnal.id/id/blog/2017-manfaat-faktor-yang-memengaruhi-dan-contoh-analisis-swot/
  • https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-analisis-swot-dan-cara-menggunakannya/

Sahabat bisa juga menggunakan metode lainnya dalam analisis SWOT. Cara di atas adalah cara praktis yang bisa dilakukan dengan cepat. Penulis tidak mengatakan bahwa cara di atas merupakan satu-satunya yang terbaik. Tetapi ada cara lain yang bisa dilakukan agar dapat menggunakan teknik SWOT.

Penulis berterima kasih atas kunjungannya. Semoga apa yang penulis paparkan di atas menjadi tambahan referensi. Jika sahabat ingin mendapatkan konten gratis sialhkan berlangganan dengan memasukan email dan tekan subscribe. Semoga sahabat sehat dan sukses selalu.

Berlangganan via Email