Sidang Skripsi, Cara Mempersiapkan Sejak Awal dan 10 Teknik Lulus


Manajemen Persiapan Sidang Skripsi

AKHMAD. COM - Akhir dari sebuah studi khususnya jenjang strata satu (S1) adalah ketika dilaksanakannya Sidang Skripsi di depan para penguji.

Ujian terakhir atau sering disebut ujian skripsi seringkali paling di takuti mahasiswa.Segala perasaan dan bayang-bayang menakutkan dalam proses ujian, untuk mempertahakan karya ilmiah, membuat banyak mahasiswa mempersiapkan secara sungguh-sungguh sebelum tiba waktu ujian.

Memang merupakan sesuatu yang wajar jika hal ini membuat mahasiswa bingung dan khawatir. Pasalnya harus berhadapan dengan para dosen dengan segala bentuk sifat, karakter dan keahliannya. Sehingga tidak jarang mahasiswa seringkali menunda-nunda untuk maju ujian.

sidang-skripsi-cara-mempersiapkan-sejak
Sidang Skripsi, Doc. marisscience.com

Pengertian Skripsi yang Sebenarnya

Skripsi merupakan sebuah istilah yang digunakan di Indonesia, yang menyajikan suatu hasil penelitian yang disusun menurut kaidah tertentu menurut perguruan tinggi sebagai  karya tulis ilmiah mahasiswa tingkat strata satu (S1)

Sebuah skripsi merupakan bukti bahwa mahasiswa mampu menuliskan hasil penelitiannya kemudian menyusunnya berdasarkan sistimatika penulisan yang berlaku di perguruan tingginya. Olehnya itu skripsi atau laporan hasil penelitian,  harus tunduk dengan metode yang berlaku secara umum  yang diperlakukan sama untuk semua mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

Skripsi dimasukan sebagai salah satu persyaratan dalam penyelesaian studi mahasiswa S1. Setelah melewati beberapa seminar maka seorang mahasiswa S1 harus pula melewati ujian skripsi. Hal ini sebagai bagian dari rangkaian telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dengan beban studinya masing-masing. Olehnya itu tidak ada jalan bagi mahasiswa untuk mengakhiri masa studinya khususnya, untuk perguruan tinggi tertentu tanpa melalui pintu yang namanya sidang ujian Skripsi.

Pengertian Sidang Ujian Skripsi

Pada dasarnya sidang ujian skripsi adalah suatu bentuk ujian terbuka untuk mempertahankan hasil penelitian. Hasil penelitian yang di susun dalam bentuk skripsi oleh seorang mahasiswa jenjang strata satu (S1) yang akan dipertahankan di depan dewan penguji yang memenuhi syarat penguji. Sidang ini secara prosedur memang ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi, namun dari segi legalitas dan kualitas ujian di atur sesuai peraturan pemerintah.

Teknik Menulis Skripsi Yang Benar dan Berkualitas

Fenomena Latar Belakang Harus Tajam dan Terukur

Awal pertemuan antara pembaca dengan isi skripsi adalah pada bagian latar belakang. Pada bagian ini sangat penting disajikan fenomena atau gejala dari setiap variabel penelitian. Olehnya itu penting di jelaskan secara tertib dengan bahasa yang tidak kaku mengenai fenomena variabel, dan mencoba menghubungkan setiap fenomena itu dengan alasan pentingnya fenomena variabel itu di teliti.

Usahakan uraian di latar belakang menggunakan pola piramida terbalik, yaitu menguraikan secara umum terlebih dahulu namun terukur kemudian lanjutkan dengan yang lebih khusus mengacu pada hal-hal penting dari setiap fenomena tadi. Artinya pada bagian latar belakang memberi isyarat bahwa, dari sejumlah masalah pada tiap fenomena variabel yang penting itu, pada akhirnya akan menunjuk pada satu atau beberapa hal yang layak untuk diteliti secara ilmiah.

Rumuskan Masalah dengan Jelas, Ringkas dan Tidak Ambigu

Masalah pada dasarnya mengandung unsur fakta. Walaupun di beberapa tulisan khususnya pada jenis penelitian kepustakaan, dimana fenomenanya merupakan hasil kajian sejumlah referensi. Pada prinsipnya secara umum, masalah lahir dari fenomena yang terukur. Olehnya itu masalah harus dirumuskan dengan bahasa yang jelas dan mengarah pada situasi apakah bisa di ukur atau tidak.

Perumusan masalah harus disajikan dengan bahasa yang ringkas atau tidak bertele-tele. Seringkali masalah juga didahului oleh sebuah uraian sebelum tiba pada perumusan masalah itu. Namun itu pun berangkat dari fenomena yang ada. Uraian itu hanya bersifat mengantarkan saja pembaca pada rumusan masalah penelitian.

Jangan membuat masalah yang menimbulkan sifat ambigu. Sifat ambigu ini merupakan persepsi yang memiliki banyak arti.  Hal ini dapat menimbulkan keraguan bahkan mengacaukan pemahaman pembaca dalam melihat masalah yang sebenarnya ingin di teliti. Rumuskan masalah dengan hati-hati, pikirkan bahwa tidak ada persepsi lain, kecuali persepsi yang sama dengan penulis.

Membangun Teori yang Kuat   

Membangun teori yang kuat akan memperkokoh landasan untuk memecahkan setiap rumusan masalah. Teori itu alat, oleh karena bersifat alat, maka teori harus mampu bekerja mengurai permasalahan sehingga dapat terpecahkan. Jika teori yang dicantumkan tidak sesuai dengan tujuan pengukuran masalah, maka sia-sia teori itu di tempatkan dalam skripsi.

Jika ingin melihat celah riset diantara penelitian sebelumnya, maka harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mencari dimana letak novelty atau kebaruan dari penelitian yang dilakukan dibandingkan hasil penelitian sebelumnya. Ini penting supaya ada upaya memperkaya hasil penelitian yang patut menjadi rujukan mahasiswa lainnya.

Menempatkan teori dengan sumber pustaka juga harus hati-hati. Ambil teori dari sumber yang terpercaya. Jika penulis boleh menyarankan, ambil teori pada sumber buku dan hasil penelitian yang telah dipublikasikan misalnya  jurnal. Melalui jurnal, maka teori-teori atau sumbernya yang akan di gunakan dalam skripsi dapat ditelusuri kembali oleh pembaca atau dosen, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Saran penulis untuk memudahkan dalam menempatkan refrensi untuk kajian psutaka, sebaiknya gunakan aplikasi seperti Mendeley atau dapat juga menggunakan Zotero tergantung mana dirasakan  mudah.

Patuh Pada Metode Penelitian

Metode penelitian menjadi jalan untuk melaksanakan penelitian. Disaat penelitian dilaksanakan, maka mahasiswa harus patuh pada ketetapan metode yang digunakan. Biasaya setiap perguruan tinggi memiliki buku panduan penulisan yang di dalamnya juga disajikan metode penelitian.

Walaupun semua harus diperhitungkan dengan baik, namun ada beberapa hal dalam metode penelitian yang bersifat sistemik artinya sangat berpengaruh pada hasil penelitian dan pembahasannya. Misalnya jenis penelitian yang digunakan, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, populasi dan teknik pengambilan sampel, uji kelayakan data dan teknik analisis utama yang digunakan.

Menulis Hasil Penelitian dan Pembahasan Secara Konsisten

Dalam menuangkan ide tulisan sesuai hasil penelitian yang dicapai, maka harus memperhatikan konsistensinya. Pembahasan harus menerangkan tentang hal-hal apa yng berhasil ditemukan dalam penelitian dan analisisnya. Jangan sampai pembahasan menjelaskan terlalu luas, sehingga lupa pada substansi hasil penelitian. Harus sinkron antara permasalahan, hasil penelitian dan pembahasannya.

Banyak mahasiswa yang terjebak diantara permasalahan, hasil penelitian dan pembahasan. Ketika membahas, ada hal-hal yang seharusnya tidak ada dalam hasil penelitian dimasukan juga kedalamnya. Tentu ini akan menyulitkan mahasiswa ketika ditanyakan sumber hal itu.

Tujuan pembahasan adalah membahas hasil penelitian yang telah dianalisis menggunakan seperangkat teknik analisis. Itu saja yang diperdalam kemudian disajikan dalam pembahasan yang ajeg atau teratur. Penting diperhatikan tata bahasa dan tata tulis yang ditetapkan sesuai EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan.

Simpulkan dengan Jelas dan Berikan Saran yang Operasional

Akhirnya mahasiswa harus menyimpulkan hasil penelitiannya dengan menguraikan satu demi satu kesimpulan secara jelas. Penting diperhatikan bahwa kesimpulan atau biasa di sebut simpulan, harus menunjukkan sisi representatif atau mampu menyajikan hal yang secara khusus dari pembahasan. Para pembaca biasanya ingin melihat kesimpulan dari hasil penelitian sehingga harus dibuat sejelas mungkin.

Berdasarkan kesimpulan itu dan hasil penelitian yang sifatnya terbuka untuk diperbaiki atau diberi apresiasi, maka perlu disajikan dalam suatu saran atau rekomendasi yang sifatnya operasional. Artinya saran itu harus dapat dilakukan atau digunakan. Jangan menyajikan saran yang sifatnya masih umum atau masih menimbulkan keraguan untuk dilakukan.

Teknik Konsultasi dengan Dosen Pembimbing

Setelah mahasiswa memahami cara menulis skripsi sebagai dijelaskan di atas, maka penting pula di ketahui tentang teknik melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing. Tahap ini sangat penting. Jika pada tahapan ini tidak dilakukan dengan benar, maka dapat dipastikan mahasiswa bersangkutan akan kesulitan ketika menghadapi sidang skripsi. Beberapa hal yang patut di lakukan adalah:

Buat Kesepakatan Waktu Pembimbingan
Mahasiswa harus membuat kesepakatan waktu pembimbingan dengan dosennya. Hal ini penting dilakukan untuk memberikan kesempatan baik kepada mahasiswa maupun dosen untuk menyesuaikan dengan kesibukannya masing-masing. Jika sepakat pembimbingan harus dilaksanakan dirumah, maka datangi dosen bersangkutan di rumahnya tepat waktu. Begitupun jika harus konsultasi dikampus maka sesuaikan dengan waktu dosen bersangkutan.

Bersikap Sopan dan Penurut
Selama masa pembimbingan, mahasiswa harus sopan, apalagi ketika bertamu kerumah dosen. Jangan membuat hal-hal yang menyebabkan dosen bersangkutan marah atau tersinggung. Kesibukan dosen sangat banyak, sehingga mereka memerlukan waktu untuk istirahat dan berkumpul dengan keluarganya. Olehnya itu bersikaplah dengan wajar tanpa melebih-lebihkan pendekatan dengan dosen bersangkutan.

Jangan Lupa Membawa Kartu Bukti Pemeriksaan Skripsi
Ketika melakukan konsultasi dengan dosen, jangan lupa membawa bukti pemeriksaan berupa kartu atau bentuk lainnya. Hal ini penting sebagai catatan atau semacam rekaman pemeriksaan oleh dosen sehingga ketika pemeriksaan berikutnya dosen dapat melihat kembali catatannya di kartu tersebut.

Persiapkan Diri Dalam Masa Pembimbingan
Mahasiswa harus tetap mempelajari skripsinya meskipun skripsi berada di tangan dosen. Belajarlah melalui file naskah yang ada, untuk menyiapkan jawaban ketika konsultasi dengan dosen pembimbing. Perlu diketahui bahwa kualitas skripsi terletak pada kemampuan mahasiswa dan efektifnya pemeriksaan dan pembimbingan.

Perbaiki Koreksi dari Dosen Pembimbing
Mahasiswa harus memperbaiki kesalahan dalam skripsi yang ditemukan dosen pembimbing. Hal ini sering memakan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan skripsi yang benar-benar sesuai dan layak di ujikan.

Mahasiswa harus bersabar selama masa pembimbingan baik pada pembimbing utama maupun pembimbing anggota. Alur ini harus diikuti dengan baik oleh mahasiswa sehingga benar-benar memahami apa kandungan dari skripsi yang ditulisnya.

Pada dasarnya sepanjang koreksi di lakukan, tanpa di sadari mahasiswa juga ikut belajar dan mendalami skripsinya. Olehnya itu pemeriksaan yang rumit dan memakan waktu bukanlah sesuatu yang perlu dihindari oleh mahasiswa. Manfaatnya akan terasa ketika ujian skripsi nantinya.

Sifat Pertanyaan dan Jawaban Sidang Skripsi Kuantitatif dan Kualitatif

Fokus masalah yang diteliti tidak sama di setiap mahasiswa. Ada yang menggunakan data kuantitatif dan ada pula yang menggunakan data kualitatif. Bagi skripsi yang jenis datanya adalah kuantitatif tentu pertanyaan yang ajukan juga seputar pertanyaan yang matematis. Misalnya jika mahasiswa meneliti tentang keuangan perusahaan dan menggunakan teknik analisis statistik.

Skripsi yang data utamanya merupakan data kuantitatif harus mampu menjelaskan seputar perhitungan yang ada. Jangan sampai mahasiswa tidak memahami dari mana angka-angka itu diperoleh, maka akan membuat mahasiswa kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen penguji.

Adapun jika skripsi tersebut secara umum menggunakan data kualitatif maka pertanyaan yang diajukan dosen juga mencoba mengekplorasi kemampuan mahasiswa, untuk menjelaskan suatu gejala tertentu yang diangkat dalam skripsinya. Artinya penelitian dengan kebanyakan menggunakan data kualitatif harus banyak menjelaskan dan meyakinkan dosen penguji.

10 Teknik Lulus Ujian Skripsi

Mahasiswa perlu memiliki teknik atau cara belajar ketika menghadapi sidang ujian skripsi. Biasanya ketika mendekati jadwal maju ujian skripsi, mahasiswa mulai mempersiapkan segalanya untuk bisa lulus. Sebenarnya cara ini kurang tepat. Jika harus mempelajari seluruh isi skripsi pada saat medekati waktu ujian akan membuat mahasiswa kesulitan menguasainya. Jadi jauh sebelumnya skripsi tersebut sudah harus di kuasai dengan benar. Olehnya penulis membagikan 10 teknik untuk bisa lulus saat ujian skripsi yaitu:

1. Membuat Soal Latihan dan Jawaban
Mahasiswa perlu membuat soal-soal sendiri mulai dari judul skripsi kemudian setiap bab dan SubBab yang ada. Hal ini agar seluruh pertanyaan dosen penguji akan diakomodir dengan baik dalam pertanyaan tersebut.

Pikirkan kira-kira pertanyaan apa yang akan ditanyakan dosen penguji lalu buat soal latihan. Minimal setiap bagian terdiri 10 soal latihan dan jawaban. Pada bagian terkecil pun yang dirasakan mungkin tidak akan ditanyakan dosen tetap harus di buat soal latihan untuk menjaga pertanyaan yang meluas dari dosen penguji.

2. Berlatih dengan Rekan
Minta kepada rekan mahasiswa untuk menguji kita. Berikan soal beserta jawaban kepada kawan kita kemudian kita berusaha menjawab pertanyaan sesuai daftar yang kita buat. Dengan cara ini maka kemungkinan tidak akan ada pertanyaan yang akan terlewat begitu saja. Minimal kita bisa menjawab 5 dari 10 soal latihan dapat di jawab seandainya pertanyaan itu di tanyakan dosen penguji. Pada jumlah tersebut dapat diperkirakan memperoleh nilai yang cukup baik.

3. Tenangkan Diri
Biasanya mendekati waktu ujian, perasaan mahasiswa menjadi tidak menentu. Terbayang suasana saat ujian yang menakutkan sehingga kadang-kadang hal ini membuat mahasiswa menjadi kurang bersemangat. Jika hal ini terjadi usahakan tenangkan diri. Pikirkan bahwa sidang ujian skripsi merupakan akhir dari perjalanan studi kita. Olehnya itu kita bertekad menunjukkan kemampuan kepada dosen bagaimana kehebatan kita ketika di uji nanti. Jika kita bersungguh-sungguh belajar maka akan muncul dalam diri suatu kekuatan kepercayaan diri yang mantap.

4. Lakukan Aktifitas Seperti Biasanya
Jangan memaksakan diri untuk belajar seharian tanpa memperdulikan kesehatan kita. Pikirkan bahwa kondisi yang akan terjadi saat ujian tergantung diri kita. Olehnya itu bayangkan suatu sikap yang akan kita tunjukkan pada dosen penguji bahwa kita dapat berhadapan dengan dosen dengan kemampuan yang kita miliki. Usahakan bekerjalah seperti biasanya, membantu orang tua dan lainya. Jangan berusaha menambah ketakutan sehingga memunculkan bayangan mengerikan tentang sidang ujian skripsi.

5. Belajar Secara Sistimatis
Mempelajari skripsi tidak bisa dengan cara sembarangan. Biasanya karena ingin menguasai dengan cepat, maka mahasiswa hanya memfokuskan perhatiannya pada bagian-bagian tertentu saja misalnya di pembahasan saja. Ketahuilah bahwa setiap dosen memiliki pertanyaan sendiri. Mungkin saja ada yang ingin bertyanya pada bagian bab pendahuluan, ada pula ingin bertanya pada bagian kajian pustaka dan lainnya. Belajarlah dengan cara sistimatis atau teratur dan merata untuk setiap bahasan.

6. Membaca Skripsi dari Bagian Awal
Skripsi harus di baca bukan hanya bagian tertentu saja, namun harus dibaca secara teratur dari awal hingga akhir. Hal ini supaya penjelasan yang dibangun dari awal akan teringat dan bila dosen bertanya, kita bisa menjawabnya. Sifat yang ajeg dari skripsi akan menuntun kita untuk memberikan penjelasan di bagian manapun dosen bertanya.

7. Lakukan Latihan
Jika dalam proses membaca tersebut kita menemui suatu bentuk perhitungan, maka berhenti dulu kemudian pahami dengan baik. Jika perlu lakukan latihan terhadap bagian tersebut supaya ketika ditanyakan oleh dosen mengenai sumber angka-angka tersebut kita mampu menjelaskannya. Jangan melewatkan hal yang dianggap sepele yang nantinya menyulitkan ketika di meja sidang ujian skripsi.

8. Jangan Mengharapkan Dosen Dapat Membantu
Mengharapkan bantuan dosen dalam hal memberi gambaran tentang soal-soal, merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Jika itu terjadi maka merupakan sesuatu pelanggaran. Olehnya itu mahasiswa harus memaksimalkan kemampuannya melalui cara-cara yang penulis tunjukan sebelumnya. Berusahalah untuk menguasai skripsi kita dan berdoa supaya senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan dalam ujian nantinya. Selain pertolongan Tuhan, kitalah yang menjadi kunci untuk membuka gembok kelulusan saat ujian Skripsi.

9. Selesaikan Semua Administrasi Jauh Sebelumnya
Segala urusan menyangkut administrasi hendaknya selesaikan jauh hari sebelumnya. Hal ini supaya mahasiswa dapat fokus belajar tanpa terganggu dengan urusan lain. Usahakan meminta bantuan rekan menyiapkan hal-hal yang menjadi kebutuhan saat ujian skripsi.Hubungi semua dosen penguji sehari sebelum ujian skripsi di laksanakan. Walaupun memang secara administrasi seluruh dosen telah dihubungi, namun bisa saja dosen bersangkutan lupa pada jadwal pengujian.

10. Datang Lebih Awal
Usahakan datang lebih awal dibandingkan para dosen. Hal ini untuk memberikan suasana yang nyaman dan membiasakan mahasiswa pada kondisi yang ada. Jika diizinkan oleh petugas, duduklah ditempat dimana sebentar nanti kita diuji. Biasakanlah dengan suasana yang ada. Sambil membaca skripsi dan mengingat hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya. Baca kembali soal-soal dan jawaban yang sudah dibuat sebelumnya.

Apa yang penulis sajikan di atas sebagian merupakan pengalaman ketika penulis menghadapi ujian dan sebagian adalah fenomena yang penulis saksikan ketika membimbinng dan menguji dalam sidang skripsi.

Referensi dan Sumber:

  • https://www.idntimes.com/life/education/afifah-khoirunnisa/10-hal-yang-perlu-kamu-persiapkan-jelang-sidang-skripsi-c1c2
  • https://www.anakui.com/pertanyaan-pertanyaan-nggak-penting-yang-suka-keluar-pas-lagi-sidang-skripsi/
  • https://www.rijal09.com/2019/03/proses-tata-cara-dan-durasi-sidang-skripsi.html

Uraian yang cukup panjang di atas, mungkin membuat pembaca lelah ya!, tidak apa-apa, beranjaklah dulu dari depan komputer, buat minuman panas seperti kopi atau teh kemudian lanjutkan membaca artikeldi atas.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat. Jika ingin berbagi informasi, silahkan kirim di kolom komentar dan jika ingin berlangganan silahkan mengirimkan emailnya dan tekan tombol berlangganan.

Berlangganan via Email