Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indikator Lingkungan Kerja dan Prestasi Kerja

Memahami Lingkungan Kerja dan Prestasi Kerja Serta Pengukurannya

Lingkungan kerja dan prestasi kerja merupakan dua hal yang sering menjadi perhatian penting manajemen. Lingkungan kerja berperan penting bagi seseorang untuk tetap komitmen menjalankan tugasnya.

Lingkungan kerja yang mendukung akan memberikan kenyamanan bagi karyawan sehingga secara langsung mapun tidak langsung mendorong karyawan untuk berprestasi. Lingkungan kerja pada dasarnya berbeda-beda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.

Lingkungan kerja terbentuk dari situasi yang dikelola oleh manajemen dan didukung oleh anggota organisasi. Jika kebijakan pimpinan untuk membuat suatu lingkungan menjadi lebih baik namun tanpa ada dukungan dari seluruh personil tentu hal itu akan sia-sia.

indikator-lingkungan-kerja-dan-prestasi-kerja


Contohnya pimpinan menginginkan suasana lingkungan kerja agar tenang dan nyaman. Namun disisi lain karyawan lebih menyukai suasana yang tidak formal, mereka membuatnya seperti dirumah atau dilingkungan tempat mereka tinggal. Sudah tentu hal ini sulit untuk diwujudkan guna membangun kesamaan visi dan misi akibat lingkungan kerja yang kurang mendukung.

Lingkungan Kerja

Menurut Saydam (2000:226) dalam (Nela Pima Rahmawanti, Bambang Swasto, Arik Prasetya: (2014:2) menyatakan lingkungan kerja merupakan "Keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada di sekitar karyawan yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerjaan itu sendiri"

Sumber: Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol.8,No.2 Maret 2014

Url. Sumber: https://www.administrasi administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/download/366/561

Menurut Kartono (1995:161) dalam Dwi Agung Nugroho Arianto (2013:195) lingkungan merupakan "Tutur kata diantara tenaga kerja, sikap tolong menolong, sikap saling menegur dan mengoreksi kesalahan dan sikap kekeluargaan di antara tenaga kerja"
Sumber: Jurnal Economica, Volume 9, Nomor 2, Oktober 2013.
Url.Sumber:https://journal.uny.ac.id/index.php/economia/article/viewFile/1809/1501.

Prestasi Kerja

Prestasi kerja merupakan tujuan bagi setiap perusahaan. Prestasi yang tinggi dari karyawan akan membawa perubahan positif bagi kemajuan perusahaan. Bahkan prestasi kerja menjadi tolok ukur bagi perusahaan untuk memperbaiki kompensasi karyawan. Pelaksanaan misi perusahaan untuk mencapai visi kedepan tidak luput dari cara kerja yang maksimal dari karyawan. Jika setiap pelaksanaan pekerjaan diikuti oleh kualitas kerja yang baik tentu secara berkelanjutan mendorong perusahaan untuk mencapai kesejahteraan.

Kemajuan perusahaan dapat diukur seberapa baik prestasi karyawan dalam bekerja. Walaupun sebagian orang menganggap bahwa prestasi kerja sulit  dicapai secara maksimal, namun untuk mempertahankan daya saingnya maka dengan segala sumber daya yang ada, perusahaan harus memperbaiki prestasi karyawan dari waktu kewaktu. Tentu segala faktor harus diperhitungkan termasuk lingkungan kerja.

Prestasi kerja antara satu karyawan dengan karyawan lainnya tentulah berbeda-beda. Hal ini merupakan tantangan terbesar perusahaan untuk membawa lingkungan karyawan secara kolektif untuk memberikan kemampuan terbaik mereka bagi kemajuan perusahaan. Adakalanya perusahaan harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengembangkan karyawan agar benar-benar memiliki komptensi dalam melaksanakan pekerjaan mereka.

Pada bagian lain ditegaskan oleh Carrel & Tosi (1977) dalam Jantje Eduard Lekatompessy (2003:75) bahwa "Prestasi kerja merupakan hasil dari ketekunan usaha, mental atau fisik. Prestasi kerja biasanya dievaluasi berdasarkan standar yang dapat mencerminkan prestasi sebelumnya oleh karyawan lain, karyawan itu sendiri atau pengembangan standar dari suatu studi waktu"

Menurut Ferris (1977) dalam Jantje Eduard Lekatompessy (2003:76) bahwa "Pengukuran prestasi kerja dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. Pengukuran prestasi kerja subjektif berkaitan dengan penilaian prestasi karyawan oleh individu lainnya, misalnya teman sebaya atau supervisor. Sedangkan penilaian prestasi objektif bersifat nyata dan umumnya dapat dikuantifikasikan sebagai petunjuk prestasi kerja". Sumber: Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Volume 5, Nomor 1, April 2013, 69-84

Tulisan ini untuk menambah referensi bagi siapapun yang ingin memahami konsep ligkungan kerja dan prestasi kerja. Pada kesempatan lain akan diberikan penjelasan yang mencoba untuk mengaitkan keduanya. Mohon maaf jika tulisan ini memiliki banyak kekurangan. Ditunggu komen dan like-nya ya!. Terima kasih telah menyimak tulisan ini semoga bermanfaat.