Tahapan Melaksanakan Manajemen Resiko

Penerapan manajemen risiko harus dilakukan secara sistimatis dan komprehensif. Terkait dengan pengelolaan risiko maka pihak manajemen perlu memetakan terlebih dahulu jenis-jenis risiko sehingga mudah untuk melaksanakan manajemen risiko. Dalam menerapkan manajemen risiko diperlukan 9 langkah sebagaimana diuraikan oleh Irham Fahmi (2016) yaitu:

1. Identifikasi risiko
Melakukan kegiatan berupa identifikasi bentuk-bentuk risiko yang berpotensi dialami oleh perusahaan.

2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk risiko
Pada tahap ini diharapkan pihak manajemen perusahaan telah mampu menemukan bentuk formal risiko yang dimaksud.

tahapan-melaksanakan-manajemen-resiko

3. Menempatkan ukuran-ukuran risiko
Banyak data yang masuk bisa diterima, baik yang berbentuk kualitatif maupun kuantitatif serta pemilahan data dilakukan bedasarkan pendekatan metodologi yang digunakan. Untuk dipahami bahwa penggunaan dengan berdasarkan format metodologi penelitian yang digunakan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh kecermatan karena jika salah atau tidak sesuai dengan kasus yang ditangani maka hasil yang akan diperoleh nantinya juga dianggap tidak akurat.

4. Menempatkan alternatif-alternatif
Pihak manajemen mengolah data yang berguna bagi pengambilan alternatif. Data-data kemudian di olah, dipilah dan dianalisis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah.

5. Menganalisis setiap alternatif
Melakukan analisis atas alternatif berdasarkan pandangan yang berbeda-beda. Diungkapkan potensi risiko jangka penden dan jangka panjang yang diurai secara menyeluruh dan sistimatis.

6. Memutuskan satu alternatif
Memutuskan sesuatu hal yang dapat mengatasi risiko dengan memilih dari sekian banyak alternatif yang ada.

7. Melaksanakan alternatif yang dipilih
Pada tahap ini setelah alterntif dipilih dan ditegaskan serta dibentuk tim untuk melaksanakan ini, maka artinya manajer perusahaan sudah mengeluarkan Surat keputusan(SK) yang dilengkapi dengan rincian biaya. Rincian biaya yang dialokasikan tersebut telah disetujui oleh bagian keuangan serta otoritas pengambil keputusan penting lainnya.

8. Mengontrol alternatif yang dipilih tersebut
Manajer melakukan kontrol terhadap alternatif yang dipilih. Tugas utama tim manajer perusahaan adalah melakukan kontrol yang maksimal guna menghindari timbulnya berbahai resiko yang tidak diinginkan.

9. Mengevaluasi jalannya alternatif yang dipilih
Pada tahap ini setelah alternatif dilaksanakan dan kontrol dilakukan maka selanjutnya pihak tim manejemen secara sistimatis melaporkan kepada pihak manajer perusahaan.
Artikel ini asli diambil dari buku karangan Irham Fahmi (2016). Silahkan beli bukunya, harganya tidak terlalu mahal. Demi mendapatkan ilmu, tidak ada ruginya untuk memiliki buku ini.

Terima kasih telah mengunjungi halaman ini.
Semoga bermanfaat.
   

Berlangganan via Email