Hari Buruh: Harapan Versus Kenyataan - Akhmad.com

marisscience

Hari Buruh: Harapan Versus Kenyataan

Hari ini, 1 Mei 2019, para buruh kembali...kembali...dan kembali  menyuarakan aspirasi  perbaikan nasib mereka. 


Hari buruh, antara harapan dan kenyataan
Hal ini berlangsung setiap tahun sebagai upaya mengingatkan pengambil keputusan tentang harapan yang ingin di wujudkan. Kalau ingin diurai, apa yang salah dari tuntutan itu?. 

Sebenarnya berpulang pada kedua belah pihak. Apa yang perlu diperbaiki dari nasib para buruh?. Intinya adalah evaluasi seberapa sejahtera para buruh di berbagai perusahaan. Kebijakan perusahaan merupakan penilaian pada kondisi di lapangan. Tentunya nasib para buruh bagian dari inti kebijakan itu. 

Para buruh merupakan penggerak berjalannya roda organisasi. Tanpa buruh dan karyawan sebuah perusahaan kesulitan menjaga kelangsungan operasionalnya. 

Kebutuhan para buruh beraneka ragam. Mereka rata-rata telah berkeluarga dan membutuhkan perhatian perusahaan. Sedangkan  perusahaan sendiri membutuhkan kinerja buruh agar tetap exis berjalan pada visi dan misi yang diembannya. 

Seberapa besar yang harus dikeluarkan untuk para buruh agar memberi kesempatan pada perusahaan untuk bertahan. Ini menjadi persoalan yang tidak pernah selesai untuk dibahas. Seiring naiknya kebutuhan di kalangan buruh, maka tuntutan perbaikan nasib mereka pun makin gencar. 

Sebaliknya semakin tinggi persaingan diantara perusahaan, makin kuat pula keinginan perusahaan untuk mendatangkan profit dari para buruh dan karyawan. Harapan para buruh dan kenyataanya yang diperolehnya, harus sebanding dengan kenyataan dan harapan yang dihadapi perusahaan. Pada dasarnya keinginan kita semuanya akan damai dan bahagia. 

Para buruh memberi penilaian yang rasional tentang seberapa besar kompensasi yang diberikan. Perusahaan pun memberi penilaian sewajarnya atas pengeluaran yang diberikan pada buruh dan karyawan. Kita percaya bahwa kedua belah pihak memiliki keperdualian satu sama lain. 

Disatu sisi buruh dan karyawan menginginkan perusahaan tetap sehat dan maju. Disisi lain perusahaan mengingnkan para buruh dan karyawan dapat sejahterah dan memberikan kemampuan terbaiknya untuk perusahaan. Semua ada ukurannya. Jika salah satunya tidak tepat pada ukurannya maka akan menimbulkan ketimpangan satu sama lain. Perusahaan sebagai penghasil produk dan pengguna tenaga kerja. Perusahaan perlu melihat ini sebagai salah satu upaya menuju kemajuan. 

Sulit rasanya jika sebuah perusahaan tanpa ada tuntutan seperti ini. Bahkan tuntutan inilah yang akan membuat perusahaan makin mandiri dan kuat di tengah persaingan yang ketat. Makin tinggi tantangan dihadapi perusahan makin baik bagi perusahaan untuk memanifestasikan program-program yang lebih baik kedepannya. 

Sebaliknya para buruh pun makin cerdas dalam memberi penilaian bagi kesejahteraan mereka. Mereka juga makin peka terhadap perubahan di lingkungan perusahaan. Akhirnya dengan solusi yang baik dari kedua belah pihak memberi kesempatan perusahaan untuk maju dan berdaya saing.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Tulisan ini sebuah catatan ringan yang saya buat untuk tujuan damai agar para buruh dan pemerintah mendapatkan solusi yang tepat dan saling menguntungkan. Jika ingin berlangganan silahkan kirim email kamu dan subscribe di bawah ini. By. Akhmad 

Gratis, Dapatkan Artikel Terbaru Melalui Email:

0 "Hari Buruh: Harapan Versus Kenyataan"

Post a Comment

Tambahkan komentar, terkait tulisan di atas

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel