Menapaki Hidup Dikampus (Belajar dan berbagi) - Akhmad.com

marisscience

Menapaki Hidup Dikampus (Belajar dan berbagi)

Seorang mahasiswa telah memilih jalan hidupnya. Jalan hidup yang menghabiskan masa remaja. Dihabiskan untuk mengikuti perkuliahan. Menggali potensi, memperjelas jati diri dan identitas seorang mahasiswa. 

Jalan hidup seorang mahasiswa merupakan harapan bakal mengubah segalanya. Jalan hidup yang memberi pilihan untuk bertahan atau mundur. 

Menapaki jalan hidup dikampus (Belajar dan berbagi)

Sebelumnya, di tahap pendidikan menengah, tentu  memiliki harapan untuk melanjutkan studi pada jurusan tertentu. Harapan ini kadang berbeda. Di tahap itu, banyak angan-angan bertaburan membentuk keinginan tentang sebuah cita-cita besar yang ingin diraih. Banyak sosok menjadi panutan. Ingin menjadi "si ini", "si itu" dan "si dia". Nah! ketika memasuki dunia kampus semua itu berubah. Melakukan evaluasi kembali tentang cita-cita sebelumnya. 

Kenapa demikian? karena selain cara berfikir yang selektif, lingkungan yang mendorong, juga gencarnya informasi yang mengarahkan pada cita-cita lain. Bahkan sebagian memilih untuk vakum dari dunia pendidikan seraya berkata "Aku cukup sampai disini kawan"

Bagi teman-teman yang memilih untuk terus bertarung, suatu saat akan sampai menapaki jalan hidup di kampus. Pilihan itu mungkin kemauan orang tua, atau mungkin keinginan sendiri. Disinilah awal ditanamkan tekad yang kuat untuk tidak akan pernah menyerah sampai titik darah penghabisan. "Tak akan kutinggalkan kampus ini sampai aku menaklukannya". Hemmmm...mengerikan bukaan?? memang seperti itu untuk bertahan menghadapi dalam tantangan menapaki jalan hidup di kampus.

Masa orientasi tiba. Masa orientasi sesungguhnya hal baru bagi teman-teman calon mahasiswa/mahasiswi. Ada suasana berbeda dibandingkan ketika masih ditingkat pendidikan menengah. Lingkungan yang baru, pergaulan yang baru, cara bersikap, berkomunikasi yang pada dasarnya serba berbeda. Para senior yang menyambut dengan upacara kebesaran, memakaikan berbagai macam pernak-pernik sampai pada saling lirik melirik antara senior dan calon mahasiswa. Berpadu menjadi satu dalam hiruk pikuk masa orientasi. 

Masa orentasi akan membentuk sikap mandiri. Berani bertarung menghadapi segala macam tantangan. Bangun pagi, baris berbaris dan seabrek kegiatan lainnya menjadi makanan sehari-hari. Rasa bosan, marah, takut, merasa diperlakukan kurang adil dan segala macam perasaan berkecamuk bagai lebah yang lagi marah. Teriakan senior yang memecah keheningan pagi, serasa bagai petir disiang bolong. Belajar disiplin, tekun dan tekad yang bulat menjadi sarapan sehari-hari. 

Ada makna dibalik itu. Hari demi hari dilalui dengan menempa diri dalam orientasi. Terus saja seperti itu. Akhirnya berujung pada suatu hari yang paling dinanti. Hari akhir dari segala penderitaan masa orientasi. Para senior kembali baik. Sebaik putri malu ketika disentuh. Mereka kembali pada posisi sebagai kakak yang menyayangi adik-adiknya. Berkata lembut, bersikap sewajarnya. Tentang apa semua ini? adalah tentang seorang mahasiswa yang dibekali pesan-pesan paling baik untuk melanjutkan perjalanan "menapaki jalan hidup di kampus"

Setelah masa orientasi, tibalah waktunya di perhadapkan pada suasana, dimana teman-teman akan melaksanakan kuliah nantinya. Teman-teman akan dibawa pada titik start untuk berniat "Tak akan aku gagalkan langkah ini sampai aku keluar dari pintu itu". Pintu mana ya? pintu keluar Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat. Sambil menggenggam selembar bukti pertarungan selama 4 tahun. Teman-teman sekali lagi menoleh kebelakang sambil berucap "Terima kasih para dosenku, teman-temanku, deritaku, suka dukaku.  

Kehidupan kampus memberi keunikan bagi mahasiswa, dosen maupun unsur-unsur di dalamnya. Kemandirian dan keinginan untuk sukses semakin berpadu dengan suasana yang kondusif di dalam kampus. Kesempatan mengembangkan diri terbuka lebar bagi mahasiswa dan dosen. 

Dukungan teknologi yang makin canggih memungkinkan hubungan antar personal makin mudah. Aktifitas perkuliahan makin produktif sehingga sebuah kesalahan besar jika kondisi ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa maupun dosen. Bukan hanya dukungan kampus, diluar kampus pun memberikan banyak kesempatan untuk mahasiswa dalam menggali potensi dirinya.Interaksi antara dosen dan mahasiswa diharapkan makin baik. 

Produktifitas pembelajaran diharapkan semakin mengarah pada kebutuhan pasar. Bukan zamanya lagi mahasiswa terpaku pada teori-teori tanpa implementasi. Teori memang penting karena memberi konsep dan teknik mengukur fenomena yang sesuai. Namun mengandalkan 100% teori tidak memberi keberanian bagi mahasiswa menghadapi kenyataan yang sebenarnya. 

Materi kuliah terkini dengan fokus pada pemecahan masalah  jauh lebih berdampak ketimbang berkutat secara terus menerus dengan teori yang terlalu spefisifik. Pola pikir yang luas, teknis dan berani akan membentuk kemandirian dalam diri mahasiswa.

Tulisan ini dibuat untuk memberi semangat kepada calon mahasiswa, mahasiswa junior dan senior serta para dosen untuk lebih memberi makna dalam kehidupan di kampus. Agar aktivitas di kampus berjalan dengan penuh kreatifitas yang berorientasi pada penanaman nilia-nilai kewirusahaan yang kuat.

Gratis, Dapatkan Artikel Terbaru Melalui Email:

0 "Menapaki Hidup Dikampus (Belajar dan berbagi)"

Post a Comment

Tambahkan komentar, terkait tulisan di atas

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel